Budaya “Pacaran” Ala Syakir Daulay Dalam Film Aku Bukan Jodohmu

 

Masa remaja masa yang indah untuk bicara tentang cinta, dalam hal ini sebut saja pacaran. Namun bagi sebagan kalangan ternyata budaya ‘Pacaran” itu masih dianggap tabu. Halalin aja lansung, begitu ungkapan yang kira-kira akan cukup mengundang banyak makna.Lantas apa jadinya jika kisah-kisah remaja diangkat menjadi rangkaian cerita film dengan penulis naskah, sutradara sekaligus pemainnya adalah Syakir Daulay?

Wow, talenta muda yang punya beragam kemampuan dalam dunia hiburan ini konon memasukkan unsur sekuel kisah nyata dalam cerita film perdananya. AKU BUKAN JODOHMU, begitu judul yang ia sematkan dalam film yang tayang berdaya pada 30 Desember 2021. Film ini bisa juga lho disaksikan melalui channel Maxstream Original. Sudah punya aplikasinya belum nih?

Kolaborasi apik dari para pemain muda, aktris senior dan didikung penuh oleh TawafTV, Indonesia Mengaji hingga sekelas tokoh perfilman senior Deddy Mizwar pun kemunculan  Habib Hasan Bin Jafar Assegaf ini luar biasa. Kebetulan saya dan beberapa teman ISB menjadi saksi peluncuran gala premiernya di bilangan epicentrum Kuningan – Jakarta. Pesan moral dalam film ini patut disimak bukan oleh kalangan remaja saja. Namun juga para orang tua yang memiliki anak usia remaja.

Film yang mengangkat tema cinta ala anak remaja itu cukup membuat desir makna bagi penontonnya. Akting pemain utama dari Daulay bersaudara sekaligus sosok Nadia yang diperankan oleh Ica Maysha aktingnya sungguh alami. Jauh dari kesan lebay ala kisah cinta seperti pada umumnya. Kemunculan beberapa artis senior yang sudah tidak diragukan lagi kemampuan aktinya seperti Cut Mini kian merajut jalinan cerita yang sarat pesan moral, akhlak tak hanya dari sisi religiusnya saja.

Bagi Syakir Daulay, debut film pertamanya ini tak lepas dari bimbingan guru-gurunya, termasuk Habib Hasan yang berkenan terlibat dalam penggarapan film yang hanya memakan waktu kurang lebih 6 bulan saja. Kalimat-kalimat puitis romantis namun memiliki pesan mendalam cukup mewarnai dialog sepanjang film ini.

Beberapa komiker juga turut memberi kesan lucu pada beberapa sekuel cerita. Balutan cerita sederhana dan begitu dekat dengan realitas ini sungguh patut mendapat apresiasi tersendiri. Nyatanya tidak semua generasi muda memaknai pacaran sebagai “budaya’ yang kurang pas. Dengan support oleh keluarga dan teman-teman yang memiliki vibe-positif cinta itu sungguh menjadi sesutu yang indah, meski dalam film ini memuat pesan #KamuAdalahPatahHatiTerindah.

Ah ya..ya, urusan Jodoh itu memang menjadi ranah miseri Ilahi. Meski Baper menonton Film #AkuBukanJodohmu Karya Syakir Daulay, nyatanya film ini mengajarkan banyak makna bagi para penontonnya. Jadi jangan sampai terlewat lho ya.Apalagi buat yag hobby fotografi, endors produk dan hobby kekinian lainnya.

Woiii Syakir Daulay, ditunggu ya kisah di kota Aba Kareba.., Eh, hayooo yang kepooo cuzz nonton langung yaaa, kalo bisa ajak juga Ayah Bunda, Bapak Emak, Mama Papa. Atau nonton ramai-ramai bareng sahabat. Sttttt…siapin tissur yaa…bakalan baper soalnya.

Tinggalkan komentar