Jangan Terlena Di Ruang Digital, Keamanan dan Kenyamanan Ranah Pribadi Tetap Menjadi Kunci

 

Hari gini siapa yang masih belum memanfaatkan ruang digital untuk kepentingan lintas sektor kehidupan?. Pemerintahan, Dunia bisnis ekonomi, Kampanye politik, hingga Dakwah religi pun ranah hukum semua tak luput dari sentuhan digital. Adaptasi budaya bergeser dari yang semua konvensional menjadi digital.

Aneka software dan hardware memenuhi ruang kebutuhan digital yang disesuaikan dengan kebutuhan. Dibalik semua kemudahan dan asyiknya dunia digital yang tumbuh dengan pesatnya, terkadang membuat kita terlena. Biar bagaimanapun, dunia digital tetap memiliki dua sisi mata uang. Ada plus minusnya. Ada sisi positif namun juga tetap memiliki sisi negatif.

Itulah kenapa, sebagai salah satu penikmat ruang digital saya merasa bersyukur bisa bergabung dalam community workshop yang bertajuk Keamanan di ruang digital yang digelar di Kawasan Cipete Utara Jakarta Selatan akhir pekan lalu.

Hadir dua narasumber yakni Teh Ani Bertha selaku Founder komunitas ISB (Indonesian Socio-Blogpreuner) yang sudah malang melintang menekuni aktifitas produktif di ruang digital dan juga mas Andri selaku perwakilan dari ITSEC.Asia. Ini Aktifitas offline pertama pasca dinyatakan Pandemi telah menjadi endemi.

Selama musim Pandemi, hampir semua sendi kehidupan memaksimalkan ruang digital. Aktifitas online cenderung meningkat pesat. Hampir semua kalangan membenamkan diri dalam dunia online. Ruang digital merubah budaya keseharian hampir tiap kalangan. Perpindahan data tercipta dengan maksimalnya. Tak sedikit yang menyesuaikan hingga kemudian terlenakan. Tetap Waspada akan keamanan, begitu pesan utama yang saya tangkap dari nara sumber workshop.

Bagi masyarakat awam, dunia digital hanya sebatas apa yang dilihat di layar ponsel. Namun berbeda halnya bagi mereka yang paham bahwa dibalik kemudahan digital tetap ada peluang penyalahgunaan yang menyebabkan kerugian. Contoh sederhana misalnya, pemanfaatan data KTP untuk pinjaman online dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Disitulah perlunya sebuah lembaga yang menjadi mitra terciptanya keamanan digital. 

ITSec, satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa ciber security. Tahun 2004, memulai debut dengan mana ITSec Indonesia hingga kemudian terus bertumbuh menjadi ITSec Asia yang melebarkan sayap hingga negara tetangga antara lain Thailand, Singapura Bahkan Australia.

Lantas hal apa saja yang harus kita perhatikan agar tetap aman dan nyaman di ruang digital? Berikut beberapa hal yang terangkum dari uraian yang diberikan oleh kedua narasumber :

1. Jangan pernah memberikan pasword email kepada orang lain. tips khusus dari teh Ani Bertha, buatlah pasword dengan kata yang alay dan hanya kita yang paham

2. Ubahlah Pasword secara berkala

3. Klasifikasikan Email berdasarkan kebutuhan yang berbeda, jangan menggunakan 1 email untuk berbagai kebutuhan, misalkan bedakan antara email untuk Sosial media dengan email untuk kepentingan perbankan dan transaksi e-comerce

4. Aktifkan Two Factor Authentification untuk menghindari hacker sosmed

5. Jangan pasang sembarang aplikasi, gunakan aplikasi untuk pelindung 

6. Hindari Log in dari perangkat yang tidak dikenal

7.Bagi pegiat Blog, pahami SSL (Secured Socket layers) dari penyedia layanan domain

Nah, itu beberapa tips agar kita bisa tetap aman dan nyaman dalam beraktifitas di luar digital ya. Hindari hal-hal yang bersifat data pribadi di ruang digital agar kita tidak menjadi korban penyalahgunaan data yang berdampak merugikan

Tinggalkan komentar